Orang tua itu harus selalu mengayomi anak-anaknya dan melindungi anak-anaknya.
Jika anak-anaknya punya salah tuntunlah anak-anaknya dengan kesabaran yang mereka miliki. Dengan kelembutan yang notabennya sebagai orang tua. Bukan saat anak salah selalu berkata kasar, dengan nada tinggi dan selalu menyalahkan anak. Memang anak selalu memiliki kesalahan, hanya saja bisa dibicarakan dengan baik-baik.
Mungkin saja saat kecilnya anaknya selalu melihat ayah dan ibunya bertengkar dengan nada tinggi, berkata kasar dan sikapnya menjadi negatif. Anak itu selalu melihat tingkah laku orang tuanya seperti apa dan bagaimana menyikapinya.
Anak yang selalu kasar, egois, berkata dengan suara tinggi itulah yang mereka lihat dari ayah dan ibunya. Mungkin ayah dan ibunya tidak pernah mengajarkan anaknya seperti itu. Tetapi apa yang mereka lihat dari sang ayah dan sang ibu yang tanpa disadarinya mengajarkanya berkata kasar, egois dan berkata dengan suara tinggi.
Anak yang selalu diajarkan tanpa kekerasan mungkin anak itu tidak akan berbuat ulah yang dimana anak itu akan selalu mendapatkan kasih sayang yang lembut.
Jika anak yang selalu diajari dengan kekerasan. Anak salah sedikit dipukul, dicubit, dijewer atau semacamnya. Diotak anak adalah orang tuanya tidak sayang padanya. Tetapi orang tua selalu bilang “kamu kalau gak dikerasin gak pernah bisa tau dan tidak akan pernah mau nurut”. Anak akan nurut jika dari orang tua dan anak ada toleransi, keterbukaan, kompromi, bicara dari hati ke hati. Jika tidak ada itu semua. Anak akan kerap berbuat negatif dan akan selalu berbuat yang diinginkan seorang anak. Bisa saja anaknya itu akan berbuat kriminal, terjun kedunia malam atau sebagainya.
Posisi orang tualah yang membentuk anak-anaknya dengan baik dan sikap yang baik.
Memang saya belum memiliki seorang anak, hanya saja saya sering sedih melihat anaknya selalu mendapatkan kekerasan dari orang tuanya. Contohnya saja, tidak bisa ngerjain soal saja anak kena pukul, cubit, jewer. Mengajari anak untuk belajar kan tidak perlu harus dengan kekerasan. Benar bukan?
Semoga suatu saat nanti saya memiliki anak bisa bersikap adil, tidak dengan kekerasan untuk medidik anak-anak kelak dan ada kompromi antara saya dengan anak-anak saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar